Tekno

Inggris Buka Layanan Konsultasi Penggunaan Medsos pada Anak

London (KABARIN) - Pemerintah Inggris resmi membuka konsultasi nasional terkait penggunaan media sosial dan ponsel oleh anak-anak. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya kekhawatiran soal screen time berlebihan yang dinilai bisa berdampak buruk pada kesehatan mental, proses belajar, hingga perkembangan sosial anak dan remaja.

Konsultasi ini menandai babak baru upaya Inggris dalam mengatur ruang digital yang lebih aman bagi anak-anak. Tekanan dari orang tua, sekolah, hingga para pembuat undang-undang makin kuat seiring ponsel pintar dan media sosial kian mendominasi kehidupan sehari-hari anak muda.

Didukung diskusi publik berskala nasional, pemerintah akan menjaring masukan dari orang tua, anak-anak, dan kelompok masyarakat sipil. Tujuannya, mencari cara agar anak-anak bisa membangun hubungan yang lebih sehat dengan teknologi, seperti disampaikan pemerintah Inggris pada Senin (19/1).

Sejalan dengan itu, pemerintah juga langsung mengumumkan langkah cepat untuk memperketat aturan ponsel di sekolah. Ofsted, lembaga pengawas sekolah di Inggris, kini wajib memeriksa penerapan larangan ponsel dalam setiap inspeksi. Sekolah pun diharapkan otomatis menjadi zona bebas ponsel.

Kebijakan ini muncul karena fakta di lapangan menunjukkan ponsel masih sering dipakai di ruang kelas. Data resmi mencatat 58 persen siswa sekolah menengah mengaku pernah menggunakan ponsel tanpa izin saat pelajaran berlangsung. Angka ini bahkan naik menjadi 65 persen pada siswa usia lebih tua.

Lewat konsultasi ini, pemerintah Inggris juga membuka opsi regulasi yang cukup luas. Mulai dari menaikkan batas usia persetujuan digital, memperketat sistem verifikasi usia, menerapkan jam malam ponsel untuk mencegah penggunaan berlebihan, hingga membatasi fitur aplikasi yang dianggap bikin candu seperti scrolling tanpa henti dan sistem streak.

Tak hanya itu, pemerintah akan menerbitkan panduan screen time berbasis bukti untuk orang tua yang memiliki anak usia 5–16 tahun. Panduan terpisah untuk orang tua anak balita juga dijadwalkan rilis pada April. Tujuannya membantu keluarga mengatur penggunaan gawai di rumah. Sementara itu, panduan sekolah yang diperbarui akan menegaskan bahwa siswa tidak boleh mengakses ponsel selama jam pelajaran, waktu istirahat, maupun di sela-sela jam belajar.

Media Inggris menyebut inisiatif ini juga dipicu oleh tekanan politik yang makin besar terkait keselamatan anak di dunia maya. Sejumlah anggota parlemen lintas partai bahkan mendukung wacana pelarangan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.

Pemerintah Inggris menegaskan hasil konsultasi ini akan ditanggapi pada musim panas mendatang. Respons tersebut akan menjadi bagian dari strategi besar untuk meningkatkan kesejahteraan anak-anak di era digital.

Penerjemah: Xinhua
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: